Utsman bin Affan (Sang Khalifah Ketiga yang Dermawan)
Utsman bin Affan dijuluki Dzun Nurain (pemilik dua cahaya). Ia suami dari kedua putri Rasulullaah saw.
Ia juga melakukan hijrah dua kali. Ketika umat Islam awal sering disiksa oleh kaum kafir Quraisy, Utsman mengajak keluarganya berhijrah ke negeri Habasyah. Saat dakwah Islam sampai di Mekah, ia termasuk orang yang pertama memeluk Islam.
Mulanya, setelah mendengar kedatangan nabi baru yang membawa agama Islam, Utsman pun segera masuk Islam menyusul Abu Bakar. Utsman adalah seorang pemuda bangsawan berusia sekitar 20 tahunan ketika masuk Islam dengan kesadaran sendiri. Ia juga seorang pedagang besar di masanya, terkenal dengan kelembutan dan kedermawanannya. Baca selengkapnya…
Pendidikan Islam untuk Keluarga di Era Globalisasi
Catatan Kajian Malam Selasa tanggal 4 Mei 2015 di Masjid Jogokaryan bersama Ustadz Dr. Adian Husaini tentang Pendidikan Islam untuk Keluarga di Era Globalisasi.
Masalah pendidikan Islam menjadi perkara yg aktual. Inilah jantung kebangkitan Islam.
Kita masuk dalam globalisasi yg luar biasa. Kata seorang ulama dari India, belum pernah umat islam mengalami ujian iman seperti saat ini. Padahal beliau mengatakan ini di tahun 70-an. Kalau sekarang?
Jangan resah dengan datangnya gelombang-gelombang kekufuran. Satu belum selesai, muncul lagi yang lain. Bahkan yang tak bermutu pun tetap laku di sini. Aneh memang negeri antum ini.
Awalnya mengatakan Al-Qur’an tidak suci, lalu lama-lama berani menginjak lafadz Allah, lama kelamaan berani menginjak Al-Qur’an, dan seterusnya. Belum lama ini muncul tulisan, “Selamat datang di area bebas tuhan”, ataupun “Tuhan membusuk”. PKI saja yang tak beragama itu tidak sampai seperti itu. Baca selengkapnya…
Seminar Parenting: Menuntun Anak Menyongsong Surga
Hadirilah Seminar Parenting dengan tema “Menuntun Anak Menyongsong Surga”
Sesi I. MERAIH CINTA ALLAH MENUJU KEBERSAMAAN KELUARGA DI SURGA
Pembicara:
- Ustadz. Fauzil Adhim : Mengenalkan Penyimpangan Tauhid Abad Modern
- Ibu Irawati Istadi : Mengenalkan Konsep Tauhid Pada Anak
- Ibu Yayah Komariah : Membangun Keluarga Rabbani
Sesi II. DARI RUMAH MENGGAPAI SURGA
Pembicara:
- Ibu Maya Hayati : Mendidik Anak Mencintai Al-Qur’an
- Ustadz. Fauzil Adhim : Mendidik Anak Mencintai Rasulullah
Sesi III. MENENGOK MASA LALU: BELAJAR DARI PENGHUNI SURGA
Pembicara:
- Ustadz. Bendri Jaisyurrahman : Potret Para Penghuni Surga
- Ibu Emmy Soekresno : Menyiapkan Generasi Surga
Waktu Pelaksanaan
Sabtu, 30 Mei 2015,
Sesi 1. 09.00 – 12.00
Sesi 2. 13.00 – 03.00
Sesi 3. 15.45 – 17.45
Lokasi
Gedung Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat No.21, Podium Depan Lt. Dasar, Gambir, Jakarta Pusat
Harga Pra Hari-H
1 Sesi Rp. 125.000
2 Sesi Rp. 225.000
3 Sesi Rp. 325.000
Harga On The Spot
1 Sesi Rp. 150.000
2 Sesi Rp. 250.000
3 Sesi Rp. 375.000
Contact Person
- Silmi 0812 8004 5357 (Seminar)
- Zifora 0856 9717 7874 (Bazar)
Dipersembahkan Oleh:
Cintai Anakmu untuk Selamanya
Pada saatnya anak-anak akan pergi, meninggalkan kita, sepi…
Mereka bertebaran di muka bumi untuk melaksanakan tugas hidupnya; berpencar, berjauhan.
Sebagian di antara mereka mungkin ada yang memilih untuk berkarya dan tinggal di dekat kita agar berkhidmat kepada kita.
Mereka merelakan terlepasnya sebagian kesempatan untuk meraih dunia karena ingin meraih kemuliaan akhirat dengan menemani dan melayani kita.
Tetapi pada saatnya, kita pun akan pergi meninggalkan mereka.
Entah kapan.
Pergi dan tak pernah kembali lagi ke dunia ini….
Baca selengkapnya…
Belajar Dari Sejarah, Memulai Dari Rumah
Intisari dr kajian Siroh Nabawi HSMN Depok, Sabtu 18 April 2015
Pemateri : Ust. Asep Sobari, Lc
Founder Siroh Club Indonesia
Tema : Belajar Dari Sejarah, Memulai Dari Rumah
Sebelum memulai perlu disadarkan terlebih dahulu mengapa kita belajar sejarah/siroh, ini akan menentukan kedudukan siroh itu sendiri, apakah hanya sebagai informasi semata atau lebih dari itu, ini yg harus ditanamkan oleh para orang tua sebelum mengajarkan kepada anak-anak kita.
Berbicara tentang kebangkitan islam maka akan ditemukan bahwa umat islam lahir dari kondisi jahiliyyah, sebagus-bagusnya jahiliyyah tetap jahil, kondisi ini kemudian berkembang Baca selengkapnya…





