Beranda > Belajar Ngaji, Berbagi ilmu, Dunia islam, Ilmu Manfaat, Parenting > Belajar Dari Sejarah, Memulai Dari Rumah

Belajar Dari Sejarah, Memulai Dari Rumah


badar

Intisari dr kajian Siroh Nabawi HSMN Depok, Sabtu 18 April 2015
Pemateri : Ust. Asep Sobari, Lc
Founder Siroh Club Indonesia
Tema : Belajar Dari Sejarah, Memulai Dari Rumah


Sebelum memulai perlu disadarkan terlebih dahulu mengapa kita belajar sejarah/siroh, ini akan menentukan kedudukan siroh itu sendiri, apakah hanya sebagai informasi semata atau lebih dari itu, ini yg harus ditanamkan oleh para orang tua sebelum mengajarkan kepada anak-anak kita.

Berbicara tentang kebangkitan islam maka akan ditemukan bahwa umat islam lahir dari kondisi jahiliyyah, sebagus-bagusnya jahiliyyah tetap jahil, kondisi ini kemudian berkembang mencapai puncak kegemilangan dan keterbuktian. Sejarah terhebat yaitu terdapat pada 3 generasi: Rasulullah, Para Sahabat, Tabi’in.

Sejarahpun mencatat bahwa terdapat kemunduran terhadap umat islam sehingga para pemikir barat berpendapat Mengapa Kaum Muslimin Terbelakang sementara Non Muslim Maju. Bahkan ulama dari India Hasan Al Adawi pada tahun 1940-an menuliskan buku yang berjudul “Apa Kerugian Dunia Akibat Kemunduran Umat Islam?” dan buku ini secara tidak langsung mengisyaratkan adanya kesepakatan bersama bahwa umat islam mengalami kemunduran direntang masa 700 tahun setelah Rasulullah wafat.

Islam hadir disaat semua risalah 24 Nabi sebelumnya tidak dapat menjawab permasalahan bangsa Arab dimasa jahiliyyah, keluar dari fitrahnya sebagai manusia dimana seorang anak dapat menikahi anaknya, budak diperlakukan dengan seenaknya, anak dikubur hidup-hidup dan sebagainya. Islam muncul dari respon kondisi masyarakat yang sekarat.

Siapa orang-orang yang pertama kali menyambut seruan Rasulullah? mereka adalah generasi terbaik dari Quraish, pemuda-pemuda yang lahir di Mekkah dengan kondisi yang Mapan serta golongan yang Elit, sebut saja Abu Bakar, yang seorang Hakim, Usman Bin Affan, anak emas Quraish, Abdurrihman bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwan, Ubaidillah bin Jarroh dan sebagainya yang mereka disebut Asbaqinul Awwalun (golongan pertama yang masuk islam). Dari merekalah Ajaran Langit menjadi Realitas Hidup, Kebenaran Wahyu menjadi Praktek kehudupan sehari-hari, Memakmurkan Dunia berdasarkan Wahyu Allah SWT. Visualisasi Al-Quran ada pada Rasulullah dan para sahabat.

Setelah generasi sahabat,lahirlah anak-anaknya, menjadi tabi’in dimana ayah mereka mengajarkan siroh sama porsinya seperti mereka mengajarkan Al-Quran. Ilmu pada saat itu menduduki posisi yang sangat bergengsi. Orang semakin banyak buku dan memiliki manuscript aslinya maka akan sangat bergengsi dan dihormati. Hingga Pemimpin Penjaga Perpustakaan gajinya sangat besar, sebanding dengan gaji direksi BUMN bila ditarik ke jaman sekarang. Kisah-kisah para orang tua ulama sangat berperan penting ketika mencari ilmu meski dalam kondisi keterbatasan tidak menghalangi semangat mereka. Bahkan terdapat kisah salah seorang ulama ketika ingin menimba ilmu namun kekurangan secara finansial maka mesin penenun milik ibunya satu-satu harta yg ia punya pun dijual demi anaknya mencari ilmu, dan tidak berhenti sampai disitu, ibu itu selalu mengontrol & mengevaluasi pendidikan si anak, pertanyaan-pertanyaan yang selalu ia ajukan kepada anaknya adalah:
-Apakah iman semakin bertambah ketika ilmumu bertambah?
-Apakah semakin dekat kepada Allah?
-Apakah semakin khusyuk dalam beribadah kepada Allah Sehingga agama Rahmatan lil’alamiin dapat terlihat dan terasa.

Maka pentingnya mengajari sejarah/ siroh bukan hanya sebagai informasi, tapi juga sebagai inspirasi mengambil ibroh (hikmah) dari kejadian-kejadian yang dulu sehingga dapat merancang masa depan.

Contoh kasus: Abdullah bin Umar (anak Umar bin Khattab), Abdullah bin Zubair (anak Zubair bin Awwam), bahkan Salahuddin Al Ayyubi dipersiapkan dalam kurun waktu 50 thn. Maka teruslah mendidik generasi terbaik sehingga akan lahir ulama-ulama dan pejuang-pejuang.

Semoga menambah motivasi kita dalam mendidik anak-anak.


ENSIKLOPEDIA PERADABAN ISLAM

CHINA MUSLIM

CHINA MUSLIM

(klik pada gambar untuk lihat lebih detail)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: