Beranda > Catatan perjalanan, Renungan > 60 Hari Menjaga Iman

60 Hari Menjaga Iman


Tulisan kali ini adalah tentang sebuah keimanan. Sebuah ungkapan hati yang saya coba tuangkan kedalam tulisan ketika baru disadari bahwa ternyata iman ini sudah mulai tidak terbenahi dengan baik terutama di saat ingin meng-upgrade dan memperbekali diri dalam rangka menuju sebuah kehidupan berumahtangga nanti. Seharusnya keimanan memang perlu untuk di upgrade setiap saat bukan karena sebuah alasan atau moment tertentu saja. Karena orientasi yang sebenarnya tujuan akhir kehidupan adalah akhirat. Hanya saja tema kali ini saya beri judul “30 Hari Mencari Cinta” “60 Hari Menjaga Iman” karena sebuah alasan yang saya rasakan saat ini, mengapa di sela-sela ingin meng-upgrade iman dan ilmu justru yang terjadi malah sebuah kefuturan yang berebihan. Astagfirullohaladziim.

Mencoba memahami bahwasan manusia adalah makhluk yang diciptakan Alloh SWT dalam dua dimensi jiwa, yaitu mempunyai kecenderungan, karakter dan orientasi yang sama untuk melakukan hal yang positif dan negatif. Maka dibutuhkan peran iman agar manusia dapat memfilter hal-hal mana yang positif yang harus dikerjakan dan mana hal-hal mana yang negatif yang harus ditinggalkan.

Ada yang mengatakan bahwa iman adalah sumber energi jiwa manusia yang senantiasa memberikan kekuatan untuk bergerak menebar amal, kebenaran, kasih sayang dan keindahan dalam setiap inci kehidupan, sekaligus berupaya dengan sekuat tenaga bergerak mencegah kebatilan, khurafat, kejahatan, dan kerusakan dipermukaan bumi.

Iman dianugrahkan Alloh kepada manusia supaya dapat menentramkan perasaan/hati, menguatkan tekad dan menggerakkan raga yang melahirkan taqwa.

“Dialah (Allah) yang menurunkan ketentraman dalam hati orang-orang beriman supaya keimanan mereka bertambah di samping ke imanan mereka (yang telah ada)… [Q.S. al Fath:4]

Iman tidak berhenti hanya sampai sebatas ada pada jiwa manusia, tetapi Allah pun menguji iman tersebut untuk mengetahui seberapa besar dan kuatnya tingkat keimanan yang dimiliki hamba-Nya, yaitu amalan mana yang paling baik di sisi Alloh.

“Supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya.” [ Al Mulk : 2]

Iman itu akan selalu naik dan turun. Maka iman perlu untuk dijaga dan dipelihara agar tidak melulu turun sehingga terjebak dalam perangkap iblis. Banyak faktor yang menyebabkan turunnya iman sehingga bisa memberikan dampak yang sangat buruk akibat turunnya keimanan. Dampak futur diantaranya adalah menjadi malas beribadah, malas membaca Al-Qur’an, malas membaca buku (tholabul’ilmi), malas bersedekah, malas menghadiri ta’lim dan lain sebagainya. Manusia diuji oleh Alloh SWT bergantung kepada kadar keimanan orang tersebut. Semakin tinggi keimanan seseorang, maka ujian yang diberikan pun semakin besar. Jika seseorang itu taat atau dalam kondisi keimanan yang tinggi, maka iblis/syeitan yang menggoda pun lebih besar dan banyak lagi. Satu hal yang baru saya sadari belakangan ini, mengapa iman itu betapa mudah goyah dan turun sangat drastis. Padahal saat itu saya sedang berusaha untuk meningkatkan pemahaman agama untuk bekal kehidupan setelah menikah nanti. Mulai dari mengumpulkan buku-buku referensi, artikel islam, meningkatkan hafalan Qur’an dan Hadits, mempelajari Sunnah Nabi, melaksanakan ibadah-ibadah sunnat dan lain-lain. Semuanya dipersiapkan dalam rangka menapaki kehidupan berumahtangga nanti. Tetapi mengapa ditengah-tengah perjalanan ketika saya mulai mencoba menjalani itu semua, tiba-tiba keimanan ini goyang dan merosot kembali. Ke”ngeh”an yang baru disadari saat ini adalah bahwa itu semua terjadi akibat ulah iblis dan syeitan yang tidak suka melihat seorang anak manusia berbenah diri menjadi lebih baik. Iblis dan antek-anteknya selalu berusaha menggoda manusia untuk tidak berbuat apa yang diperintahkan Alloh SWT dan mengerjakan yang dilarang-Nya. Itu lah sifat iblis laknatulloh, ingin mencari dan menjadikannya sebagai teman di neraka nanti. Menjerumuskan dan menyesatkan.

Beberapa waktu lalu, ketika saya sedang berselancar didunia internet, sengaja saya tulis di “mbah google” dengan kata kunci “ujian sebelum menikah”. Dalam hitungan detik langsung keluar beberapa tulisan terkait ujuan pranikah, dan yang paling banyak dibahas adalah tentang pernikahan Krisdayanti dan Raul Lemos, ??? 😕 upsss, ternyata media lebih tertarik kepada informasi mengenai selebriti-selebriti. hehe😀. Tapi bukan itu sebetulnya yang dicari, ketika saya coba cari sebuah tulisan yang membahas tentang ujian yang sebenarnya menjelang pernikahan, akhirnya saya ganti kata kuncinya dengan “Godaan Menjelang Pernikahan” dan munculah suatu tulisan yang berisikan tentang ujiaan sebelum pernikahan. Berikut saya kutip ulang dari beberapa blog yang membahas tentang ujian sebelum pernikahan :

1.) Pernah sebuah kejadian yang penulis temukan, yakni seorang anak muda yang “taat” beribadah melakukan hal yang belum dibenarkan untuk dilakukan dengan calon isterinya beberapa hari sebelum akad dilaksanakan karena kondisi yang membuat mereka tidak menyadari apa yang mereka lakukan. Sebagaimana banyak ditemukan, semakin dekat dengan akan dilaksanakannya acara pernikahan, maka semakin banyak pula tekanan yang diterima. Sang anak muda dan calon isterinya berkeluh kesah dan saling “curhat” terhadap tekanan-tekanan yang mereka terima baik menyangkut segala “tetek-bengek” acara yang tak kunjung “beres” dan permintaan-permintan dari keluarga dan berbagai pihak yang cukup “memusingkan”. Untuk saling menenangkan hati, maka mereka saling ‘curhat” berduaan, mulai dari kata-kata hingga gerakan dan akhirnya tanpa disadari mereka telah jauh melangkah melakukan hal yang telah mereka jaga selama ini.

Sang anak muda dengan penuh penyesalan menyampaikan “keteledorannya” kepada penulis. Dia menyesal tidak dapat menjaga kesucian niat suci mereka untuk menempuh kehidupan suci berumahtangga hanya beberapa hari sebelum acara suci tersebut dilakukan. Penulis hanya dapat menyampaikan, bahwa sesuatu yang telah terjadi tidak ada gunanya disesali terus menerus. Hanya minta ampun kepada Allah yang dapat menjadi jalan keluarnya.

Kejadian sepasang anak manusia yang telah berniat suci untuk mengarungi bahtera rumah tangga sakinah mawaddah waramah yang ternoda sebelum niat suci tersebut terlaksana, bukan hanya dialami oleh anak muda di atas. Beberapa kasus yang hampir serupa penulis temui pula pada beberapa pasang anak muda lainnya. Ada yang beberapa hari menjelang pernikahan seperti di atas, ada yang sebulan sebelum akad nikah dilangsungkan, ada yang dua bulan atau tiga bulan sebelum acara suci tersebut dilaksanakan. Mereka berbeda dengan pasangan-pasangan yang menikah karena “kecelakaan” dan berbeda sama sekali dengan orang-orang yang hidup bebas tanpa ikatan pernikahan.

Mereka telah merencanakan suatu kehidupan suci untuk membentuk keluarga sakinah mawadah waramah. Namun di tengah jalan, sebelum kehidupan suci tersebut mereka lalui, mereka “tanpa sadar” telah menodai kesucian niat suci yang mereka ikrarkan. Kondisi ini mungkin lebih berat daripada kondisi orang-orang yang sebelum ketemu pasangan dalam rumah tangga mereka telah terjerumus melakukan pergaulan bebas dengan orang lain, dan kemudian mereka insyaf lalu menikah dengan orang lain. Suatu perbuatan masa lalu yang tidak sesuai dengan yang seharusnya, seringkali menghantui alam bawah sadar seseorang. Seorang yang melakukan perbuatan “terlarang” dengan orang lain mungkin tidak akan seberat orang yang pernah melakukan perbuatan “terlarang” dengan pasangan “syah” nya sendiri. Orang yang taubat dan telah melakukan perbuatan “terlarang” dengan bukan pasangan “syah”nya akan berkurang rasa penyesalannya karena tidak menemui orang yang pernah melakukan dosa bersamanya, sedangkan orang yang melakukan dengan orang yang saat ini telah menjadi pasangan “syah”nya setiap dia ingat dosanya dia akan menemui orang yang pernah bersama melakukan dosa dengannya.

Oleh karena itu, saya sering menghimbau kepada pasangan-pasangan muda yang telah merencanakan pernikahan mereka, tetapi dilakukan dengan jarak waktu yang cukup panjang karena berbagai macam “persiapan” yang harus dilakukan sebelum pernikahan itu sendiri dilakukan, untuk menjaga diri mereka untuk tidak terlalu sering berdua-duaan karena syetan tidak pernah relah melihat anak manusia hidup dengan kesucian. Banyak dari mereka yang merasa yakin bahwa mereka cukup kuat dengan iman yang dimiliki. Namun pada akhirnya, anak-anak manusia yang yakin dengan keimanan mereka tadi, tidak sedikit yang terjerembab menodai ikrar suci yang akan mereka laksanakan. Oleh karena itu, Al Qur’an secara tegas menyatakan bahwa jangan kau dekati zinah. Jadi bukan hanya zinah yang dilarang. Berdua-duaan di tempat yang tak terawasi merupakan pintu untuk mendekati zinah bahkan zinah itu sendiri.

Ketaatan beribadah seseorang tidak menjadi jaminan, bahwa syetan tidak akan menggoda mereka. Semakin kuat iman seseorang akan semakin kuat syetan yang diutus untuk menggoda anak manusia yang sedang berdua-duaan sebelum ikrar suci mereka terlaksana. Akhirnya penyesalan datang karena mereka tidak sempat menikmati malam pertama mereka nan suci. Kondisi tersebut ibarat seorang yang berpuasa sedang menunggu bedug maghrib, tetapi tergoda menikmati makanan yang disiapkannya untuk berbuka puasa menjelang azan maghrib berkumandang. Nauzubillah min zalik. 1)

2.) Ikhwan bercalon adalah ikhwan yang sedang chat dengan saya. Sengaja namanya disamarkan, karena status nya yang akan segera menikah belum boleh di umumkan ke khalayak ramai. Kecuali yang tau ajah dan spesial dikasih tau sama salah satu diantara kedua sejoli ini atau kedua-duanya.🙂

Sedangkan akhwat manis adalah tak lain saya sendiri. Sengaja disamarkan untuk menjaga imej. :))
begini percakapannya..
Today
14:03
ikhwan bercalon : Rena
Akhwat manis : iyaa
ikhwan bercalon : Afwan ya kemaren jail . .
Akhwat manis : hahahha. nyantei aja kang :))
ikhwan bercalon : Skrg mah akun (nama calon si ikhwan) nya asli . .Bukan sy lagi . .
Akhwat manis : wesss…masa sihh????hohoho. iya jangan sekali2 lgi gitu ya pke akun orang buat ngjailin orang. heuuu heuu heuuu
kg, rn mau nanya. boleh tak?
ikhwan bercalon : Nanya apeu . .?
Akhwat manis : gini kang..hmmm. to the point aja yah
ikhwan bercalon : Hemh emh
Akhwat manis : ikhwan klo udah punya calon, trus ngerasa msh ada akhwat lain yg ngedeketin, suka ditanggepin ga?heeee
ikhwan bercalon : Itu godaan nya. Kadang nanggepin kadang enggak . .
Soalnya malah banyak,ketika udh punya calon . . Eh yg suka2 malah ketauan (itu jg hasil bincang2 dgn yg sudah nikah) Tapi ya . . Justru malah makin cinta ma calon sendiri . .
Akhwat manis : hahhaha. knp jstru malah makin cinta ama calon sndiri?apa hubungannya gtu kang?
ikhwan bercalon  : Krn ketika teringat punya ikatan komitmen mau nikah . . .
Akhwat manis : trus akang ngerasa klo kg **** nagggepin akhwat2 itu, jstru akhwat itu ada yg ngerasa bakal mau kg **** lamar?
ikhwan bercalon : Hah?!
Akhwat manis : ganti pertanyaan. jd selama kg **** duka ngobrol dan deket sama akhwat bnyak, sblum calon akag yg skrg. ada g akhwat yg ngerasa bakal di lamar sm akang? duka=suka. bnyak=banyak. akag=akang
ikhwan bercalon : Hah?!
Akhwat manis : ihh ngerti ora pertanyaannya? mksdnya orang yg lg deket kadang suka ngerasa punya something kan? nah ada ga kira2 akhwat yg GR bakal ngerasa kg **** lamar?jd akhwat itu ngerasa punya perasaan yg sama ky akang?
ikhwan bercalon : Pernah ada
Akhwat manis : ow ow
ikhwan bercalon : Terus banyak yg nawarin
ikhwan bercalon : Tapi yaa itu ujiannya..
Akhwat manis : wew. kangg, akhwat nawarin diri?gtu mksdnya?
Ikhwan bercalon : Via org ke-3. Mending klo via mr. Tapi ya diselesaikan se diplomatis mungkin, kan masalah perasaan . .
Akhwat manis : hmmm…trus akhwat2 itu smpe ada yg maksa ga?nangis2 jg kah? hmmm
ikhwan bercalon ; Enggak cm sy di mencak mencak
Akhwat manis : di mencak2 sama akhwatnya?
ikhwan bercalon : Via status . .
Akhwat manis : hmm..msh wajar itu mahh. berarti bener kan ada bnyak kasus akhwat yg ngerasa bakal di lamar. hmm
ikhwan bercalon : Iya
Akhwat manis : mhhh qo bs gtu ya kang?
ikhwan bercalon : Tapi ya semenjak lamaran, memang bener bener harus membatasi komunikasi dgn akhwat lain (seperlunya saja). Mungkin kita nya terlalu excited mau nikah sehingga pembicaraan pun gak jauh dr sana, akhirnya akhwat berasumsi sendiri . Dan menyimpulkan sendiri. Mungkin slah pembahasaan kita juga . .
Akhwat manis : jd seharusnya apa yg mesti dilakukan para ikhwan ketika tau banyak kasus yg begini?
ikhwan bercalon :Menggurangi online . . Dan ya fokus ma nikahannya saja
Akhwat manis : knp online yg hrs dikurangi?knp ga komunikasinya aja?
ikhwan bercalon :Ya justru keisengan itu mucul di dunia maya. Pake tanda kutip . .
Akhwat manis : yg iseng tuh mksdnya ikhwannya kan bukan akhwatnya?
ikhwan bercalon : 22 nya
Akhwat manis : walah..
ikhwan bercalon : Pernah ada kasus seperti ini
Akhwat manis : knp smpe brpikiran akang bakal takut iseng jg?
ikhwan bercalon : Ada akhwat nanya kpn nikah . .
Akhwat manis : iya…truss..
ikhwan bercalon : Tau nya cm ngecek kita (red ikhwan) availabel atau gak
Akhwat manis : hooo. ya ya ya..menurut rena ya kang, kynya akhwat2 yg ngebet sama ikhwan impiannya tapi tak tergapai tuh nampak lbh ngeri ya..?iya ga sh? soalnya rn jg pernah dapat kabar smpe ad akhwat yg ngancem2 sgl. malah ngancem akhwatnya
ikhwan bercalon : Ikhwan akhwat pun ya gtu caranya *mungkin
Akhwat manis : ngerii kannnn. hmm iya ya. balik lg ke personal msg2 intinya
ikhwan bercalon : Hemh hah?! hemh . . Kata itu sepotong hati . . Jadi takut sebttulnya klo liat status akhwat2 yg mencak mencak . . *ternyata aslinya gtu
Akhwat manis : oiya kang terus mw nanya, klo misalnya akang ya sbg org yg brada di posisi yg ud punya calon, marah ga sih klo calon akang msh suka jail, iseng, becanda2 dan akrab ama ikhwan lain?alias cemburu ga?heee
khwan bercalon : Iya
Akhwat manis : emmmhhh ya ya..baikllahh…kyanya jawaban2 kg **** aga sedikit mewakili isi pikiran ikhwan hahahhaha.
14:55
Akhwat manis : oke. syukron ya kang jawabannya. hehhe. laptop rn ud lowbat. bade atosan heula ah. hehehhehe. sukses buat walimahannya🙂
ikhwan bercalon : aminn..2)
Kejadian diatas  hanya beberapa saja yang dikutip ulang. Masih banyak ujian-ujian lainnya yang masih berkaitan dengan godaan menjelang pernikahan. Hal itu akan memberikan dampak yang buruk apabila keimanan itu tidak bisa di jaga dan dipelihara dengan baik. Keimanan itu perlu diperkuat lagi untuk mengimbangi godaan-godaan syeitan yang sengaja dikerahkan bersama antek-anteknya untuk  menghancurkan iman seseorang.
Bismillahirrohmanirrohiim…..
Berikut adalah beberapa cara menjaga keimanan yang saya coba kutip dan sedang coba diterapkan  (insyaAlloh) untuk menjaga agar hati kita tetap bersih dan bisa mempunyai hati seluas samudera yang bisa ikhlas menerima apapun yang terjadi dengan mengharap ridha’ Allah :
1. Menanam pemahaman yang benar, kuat dan dalamAqidah dan pemahaman Islam itu ibarat tumbuhan, bila tidak memiliki akar yang kuat menghujam ke dalam bumi, maka dia tidak akan bisa tegak berdiri. Angin sepoi-sepoi yang berhembus sudah dapat membuatnya roboh. Sebaliknya, pohon yang akarnya menghujam kebumi tidak akan bergerak meski angin ribut bercampur badai mengamuk.Perumpamaan ini sesuai dengan apa yang Allah sebutkan dalam Al-quran Al-Kariem :”Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (QS. Ibrahim : 24-25).Sehingga agar aqidah dan pemahaman Islam ini menjadi kuat dan tegak, haruslah ditanam dengan benar agar akar-akarnya benar-benar menghujam ke bumi. Batangnya akan kuat menahan gempuran sebesar apapun. Dalam hal ini adalah sistem pembinaan yang menekankan kedalaman aqidah dan keaslian ajaran Islam serta kemampuan untuk dapat mengakses langsung sumber-sumber Islam dari mata airnya menjadi sesuatu yang mutlak untuk dilakukan.
2. Selalu mengaitkan semua kejadian dan pengalaman hidup kepada AllahAgar iman ini benar-benar menyatu dalam jiwa, maka kita perlu menjadikan iman sebagai kacamata kehidupan sehari-hari dengan tidak membiarkan satu tititk pun dalam kehidupan kita yang tidak dirambah dengan pendekatan syar`i.Untuk itu kita harus selalu menghadirkan Allah dalam setiap langkah dan aktifitas kita. Realisasinya adalah selalu menjadikan syariat Islam sebagai format berpikir, memandang dan bertindak dalam setiap sendiri kehidupan sehari-hari.

3. Bergaul dengan sesama orang beriman

4. Selalu melakukan muhasabah pribadi

5. Selalu mengingat mati dan hari qiyamat

6. Segera berhenti dari dosa sebelum terlambat

7. Tidak over dalam bertindak

8. Berdoa agar selalu dikuatkan iman dan istiqamah

Pernikahan adalah saat-saat yang paling berarti dalam sejarah hidup anak manusia. Saat dimana dua manusia terikat dalam suatu ikatan suci yang terajut melalui rangkaian kalimat sederhana, Ijab dan Qabul. Ikatan itu bernama Mitsaqon Gholizho, yaitu perjanjian yang berat. Sungguh kami memahami bahwa menjalin ikatan ini tidaklah mudah. Pernikahan adalah tempat dimana kami akan saling menyesuaikan diri, mensyukuri kelebihan serta menerima kekurangan masing-masing. Tempat dimana kami tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadi manusia yang lebih baik dan mencapai derajat taqwa.
Ya Allah, kuatkanlah kaki kami untuk tetap melangkah dalam jalan yang Engkau ridhoi menuju pernikahan yang barakah. Jadikan keturunan-keturunan kami sebagai hamba yang selalu menegakkan agama-Mu.Ya Allah, luluhkan hati kami dari kebekuannya untuk saling memahami tatkala ujian-Mu datang pada rumah kami. Tenangkan pikiran kami di saat amarah dan perbedaan pendapat yang datang menghampiri rumah kami.
Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syari’at-Mu. Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakkal kepada-Mu. Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu. Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Aamiin Ya Robbal’alamiin

Ref :

1) saudilin.wordpress.com

2) depurplegals.multiply.com

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: