Beranda > Dunia islam, Renungan > Tak Ingin Menjadi Biasa

Tak Ingin Menjadi Biasa



“Akhi, jangan pernah puas dengan apa yang kita lakukan sekarang, terutama dalam hal ibadah dan amaliyah. Jadilah orang yang luar biasa diantara yang biasa. Seorang aktivis da’wah harus memiliki kelebihan dan keunggulan dari yang biasa atau wajib. Jangan pernah puas dengan sesuatu yang biasa”.

Pesan Murobi yang disampaikan kepada kami di pertemuan awal halaqoh seiring dengan berlalunya Romadhon. Sebuah pengantar sekaligus nasihat untuk mengingatkan kita untuk senantiasa selalu melakukan tarkiyah atau meningkatkan kualitas keimanan didalam beribadah dan beramaliyah. Bulan Romadhon yang telah kita lalui adalah sebuah masa training atau penggodokkan keimanan yang dipersiapkan untuk  menghadapi 11 bulan berikutnya sampai dengan bertemu masa training (Romadhon) berikutnya. Saat ini adalah waktu yang sangat pas untuk kita praktekan atau implementasikan segala sesuatu yang telah kita peroleh untuk dapat kita pertahankan keistiqomahan kita.

Perlu diketahui bahwa ibadah tidak semestinya dilakukan hanya sesaat di suatu waktu. Seperti ini bukanlah perilaku yang baik. Para ulama pun sampai mengeluarkan kata-kata pedas terhadap orang yang rajin shalat –misalnya- hanya pada bulan Ramadhan saja. Sedangkan pada bulan-bulan lainnya amalan tersebut ditinggalkan. Para ulama kadang mengatakan,  “Sejelek-jelek orang adalah yang hanya rajin ibadah di bulan Ramadhan saja. Sesungguhnya orang yang sholih adalah orang yang rajin ibadah dan rajin shalat malam sepanjang tahun“. Ibadah bukan hanya dilakukan pada bulan Ramadhan, Rajab atau Syaban saja. Sebaik-baik ibadah adalah yang dilakukan sepanjang tahun.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دُووِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ

Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang konti nu (ajeg) walaupun sedikit.” (HR. Muslim)

amalan yang sedikit tetapi kontinu akan mencegah masuknya virus “futur” (jenuh untuk beramal). Jika seseorang beramal sesekali namun banyak, kadang akan muncul rasa malas dan jenuh. Sebaliknya jika seseorang beramal sedikit namun ajeg (terus menerus), maka rasa malas pun akan hilang dan rasa semangat untuk beramal akan selalu ada. Itulah mengapa kita dianjurkan untuk beramal yang penting kontinu walaupun jumlahnya sedikit. Kadang kita memang mengalami masa semangat dan kadang pula futur (malas) beramal. Sehingga agar amalan kita terus menerus ada pada masa-masa tersebut, maka dianjurkanlah kita beramal yang rutin walaupun itu sedikit.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

وَلِكُلِّ عَمِلٍ شِرَّةٌ ، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ ، فَمَنْ يَكُنْ فَتْرَتُهُ إِلَى السُّنَّةِ ، فَقَدِ اهْتَدَى ، وَمَنْ يَكُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ ، فَقَدْ ضَلَّ

“Setiap amal itu pasti ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barangsiapa yang kemalasannya masih dalam sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang keluar dari petunjuk tersebut, sungguh dia telah menyimpang.” (HR. Thobroni)

Untuk menjadi orang yang luar biasa, maka kita harus membiasakan diri melakukan ibadah dan amaliyah diluar dari yang wajib-wajib, seperti shaum Romadhon, sholat 5 waktu dan membayar zakat.  Lalu apa amalan lain apa yang sanggup kita kerjakan? Ada beberapa amalan kecil yang bisa kita lakukan, diantarannya membiasakan shaum senin kamis, melakukan sholat sunnat qobla atau ba’da sholat fardhu, sedekah yang berlanjut, sholat tahajud min 2 atau 3 dalam 1 pekan, tilawah one day one juz, sholat dhuha, hafalan quran one day one ayat, hafalan hadits, dll. Ibadah dan amaliyah yang disebutkan tadi tidak harus kita targetkan tinggi-tinggi jika kita tidak sanggup untuk kontinu, minimal targetkan sesuai kesanggupan kita masing-masing walau target yang paling rendah sekalipun asalkan kontinu dan istiqomah.

Lalu bagaimanakah agar menjadi yang luar biasa di dalam urusan dunia? Janganlah takut dengan apa yang akan terjadi di dunia yang fana ini. Biarkan hidup ini mengalir sebagaimana mestinya. Sesungguhnya jika kita mengejar untuk urusan akhirat maka dunia pun akan ikut bersama kita.

Semoga Allah menganugerahi kita amalan-amalan yang selalu dicintai oleh-Nya. Hanya Allah yang memberi taufik. Semoga kita sanggup membiasakan diri dari yang tidak biasa menjadi kebiasaan. Segala puji bagi Allah yang dengan segala nikmat-Nya setiap kebaikan menjadi sempurna.

Aku Tidak Memilih Menjadi INSAN BIASA

Aku tidak memilih menjadi insan biasa
Memang hakku untuk menjadi luar biasa
Aku mencari kesempatan, bukan perlindungan.
Aku tidak ingin menjadi warga yang terkungkung
Rendah diri dan terpedaya karena dilindungi pihak berkuasa
Aku siap menghadapi resiko terencana
Berangan-angan dan membina
Untuk gagal dan sukses
Aku menolak menukar insentif dengan derma
Aku memilih tantangan hidup daripada derma
Aku memilih tantangan hidup daripada kehidupan yang terjamin,
Kenikmatan mencapai sesuatu, bukan utopia yang basi.
Aku tidak akan menjual kebebasanku,
Tidak juga kemuliaanku untuk mendapatkan derma
Aku tidak akan merendahkan diri
Pada sembarang atasan dan ancaman.
Sudah menjadi warisanku untuk berdiri tegak, megah dan berani
Untuk berpikir dan bertindak untuk diri sendiri
Untuk meraih segala keuntungan hasil kerja sendiri
Dan untuk menghadapi dunia dengan berani dan berkata:
“Ini telah kulakukan!”
segalanya ini memberikan makna seorang insan.

by Den Alfange

-mimpi pejuang-

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: