Beranda > Catatan perjalanan, Renungan > Menanti Sebuah Jawaban……

Menanti Sebuah Jawaban……


……….

setulusnya aku akan terus menunggu
menanti sebuah jawaban tuk memilikimu

Sepenggal  syair dari band “Padi” di atas melintas manakala aku sedang menunggu sebuah keputusan darimu.

Menanti memang sesuatu hal yang kurang menyenangkan dalam segala situasi dan kondisi. Sebagian besar orang menganggap menanti adalah sesuatu yang amat membosankan dan menjenuhkan. Namun, bagaimanakah apabila kita sedang menanti sebuah jawaban dari seseorang yang dirindukan dan didambakan kehadirannya untuk menjadi pendamping hidup dunia dan akhirat? Oh, semoga penantianku ini dapat mengkokohkan keimananku di dalam sebuah ujian kesabaran.

Berawal dari sebuah skenario yang telah Allah Swt tetapkan dan ridhoi, hingga Allah membukakan pandangan ini kepada sesosok di balik gaun yang melekat dengan baik dan indah itu. Ke-ngeuh-an yang baru kusadari saat itu, tampak melalui keistiqomahanmu serta kesabaranmu yang kulihat hingga saat ini. Berlanjut dengan pertemuan singkat hingga diskusi yang membuatku tahu keteguhan serta ilmumu yang kusimak dari caramu menjawab pertanyaan. Kemudian aku panjatkan permohonan – permohonan kepada Yang Maha Pemurah dan Maha Pemberi petunjuk, Allah Swt hingga ku beranikan diri untuk melontarkan sebuah tanya padamu ‘sebuah lamaran’.

“Bilakah dalam dirimu terdapat kekurangan dari harapanku dan pikiranku, biarkanlah ia menjadi berkah darimu atasku. Bilakah dalam dirimu terdapat kelebihan dari harapanku dan pikiranku, biarkan ia menjadi Rahmat dan Karunia Allah swt padamu atasku.” Karena niatanku dan telah kuikhlaskan segalanya yang ada padamu.

“Bilakah dalam diriku ada kurang dari harapan dan pikiranmu, pikirkanlah dua kali, tiga kali bahkan berkali-kali sehingga kau ikhlas atasku. Bilakah aku bukan seperti yang kau idamkan dan impikan, pertimbangkanlah berkali-kali karena aku hanyalah hamba yang tak mengenal diriku sebaik Robb Penciptaku mengenalku”. Pikirkanlah dan renungkanlah,…. karena aku tidaklah sempurna.

Ketahuilah niat dan ajakan ini telah kupelihara dari iri, dan ketahuilah sejak niatan ini kutanyakan padamu pandangan mataku lebih terarah dan terjaga. Dan ketahuilah sejak munculnya niatan dan ajakan ini, hati dan pikiranku kembali terisi dan fokus…..apapun jawabmu…………..terima kasih kuucapkan walau tak kuucapkan langsung padamu. Karena selama beberapa saat menanti jawaban darimu aku telah beroleh ketentraman hati hingga bisa menulis ini.

Menjadi hamba yang malu bila harus mati membujang, Allah Azza wa Jalla telah ridha kutanyakan dirimu atasku. Tak kan kaudapati kekuranganku secara sengaja karena pasti akan ku tutupi karena aku adalah pasanganmu, yang kan memuliakan dan melindungimu dari segala hal yang menyakitimu dan itu adalah janjiku padamu.

Darah yang mengalir di tubuh dan di leher tak kan kuhiraukan meski aku jijik dan takut akan kematian, namun Allah Azza wa Jalla telah ridha atas tanyaku…..inilah tulisanku dalam menanti sebuah jawaban….”Barakallahulaka wa baraaka alaika bainakuma fi khair” terucap doa itu dari semua muslim dalam acara walimah…

….

Jangan pula kau biarkan rasa suka yang mendalam mengalahkan kesempatan-kesempatan yang datang padamu.
Kau simpan cinta yang tak pasti di hatimu, dan biarkan cinta lain yang datang pergi meninggalkanmu.
Karena … sekali lagi … cinta saja tak cukup untuk menyalakan lentera di bahtera rumah tanggamu nanti.
Tak pernah kita tahu, apakah dibalik ketidak sempurnaan dalam pandangan mata, tersembunyi keberkahan yang melimpah ruah …

Denyut keberkahan …
Itulah yang mesti kita telisik di dada ketika cinta menyapa …
Ada beda yang akan kau rasa, tentang dia …
Beda itu akan menguatkan azzammu …
Menjagamu tetap dalam logika keimanan ketika menilai harta dan rupa …

Janji Allah itu pasti, karenanya niatkan keberkahan hadir di setiap keputusan hidupmu, termasuk keputusan menemani seseorang dalam jalan juang menuju pertemuan indah dengan-Nya.

Allahuma yasiru wa laa tu’asiru

Sebuah tulisan seorang akhi yang aku sisipkan kembali ke dalam tulisanku dengan versiku atas penantiannya yang serupa denganku saat ini….

“Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan”.

  1. ftr
    September 29, 2010 pukul 2:11 am

    mampir gan..
    wis mantaf gan bahasannya..

  2. Kang Yon
    Oktober 16, 2010 pukul 4:31 pm

    Copas boleh nggak yaaa . . . ?😀

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: